Pertemuan ke sembilan kuliah daring bersama Om Jay dkk akan segera dimulai. Selesai menunaikan sholat magrib, saya langsung menghidupkan leptop. Penuh semangat dan optimis, mungkin ini motto saya malam ini. Keingintahuan dan haus akan ilmu tentang menulis terus memicu semangat. Malam ini akan hadir pemateri hebat yang siap berbagi ilmu kepada kami.
Penasaran, bukan? yuk, kita kenalan dengan beliau.
Pematerinya adalah Siska Deliana, lahir di Klaten, 12 Desember 1985. Ibu dua putri ini bekerja sebagai content writer dan freelonce editor . Malam ini bu Siska akan membagikan pengalamannya dalam menulis tentang ragam non fiksi. Wanita muda yang sudah berpengalaman dan berbakat dalam menulis. Keren...bu.
" Untuk menjadi seorang penulis kita terlebih dahulu memahami, mengapa saya harus menulis?" jelas bu Siska, diawal memotivasi kami. Menurut ibu Siska, alasan mengapa kita harus menulis adalah yang pertama sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya ikatlah ilmu dengan
tulisan (manajemen pengetahuan), yang kedua adalah tulisan merupakan jejak langkah kita dan yang ketiga mematenkan ide atau gagasan.
Istilah ragam non fiksi mungkin tidak asing bagi kita. Karya non fiksi adalah tulisan yang ditulis berdasarkan fakta atau
kenyataan atau karya informatif yang terdiri dari bermacam ragam, antara lain: a) Berita, adalah suatu keterangan mengenai peristiwa yang sedang
hangat atau kekinian. Terdapat 2 teknik dalam penulisannya yaitu hard news dan feature.
Hard news adalah berita yang lugas dan singkat tidak bertele-tele, sedangkan feature adalah artikel kreatif yang bersifat menghibur,b) Essay adalah jenis tulisan non fiksi yang membahas masalah sepintas
lalu dari sudut pandang pribadi penulis. Esai
sering disebut juga opini, c) Catatan perjalanan, yaitu tulisan tentang ulasan yang ditemui atau dialami dalam kegiatan tersebut, d) Artikel informatif,yaitu jenis tulisan yang membahas sesuai secara
detil dengan tujuan untuk menambah pengetahuan tentang
pembaca, dan e) Best Practise, adalah tulisan
tentang pengalaman terbaik dalam menyelesaikan suatu permasalahan, ini
biasanya dipakai oleh Biasanya
dibuat oleh para pendidik atau mereka yang terlibat dalam dunia pendidikan.
' Bagaimana cara menulis berita yang baik?" tanya seorang peserta pada sesi tanya jawab. Bu Siska menjelakan bahwa penuhi dulu unsur unsur
beritanya. Apa itu? 5W+1H (Who, What, When, Where, Why, dan How). Jadi sebuah berita harus bisa menceritakan
siapa melakukan apa, kapan dan di mana dilakukannya, mengapa melakukan itu, dan
bagaimana ia melakukannya.Kedua, ada nilai aktualitas dan faktualitas
dalam berita. Aktualitas itu kecepatan berita ditayangkan. Jadi makin cepat
sebuah peristiwa diangkat menjadi berita dan ditayangkan/dimuat, akan lebih
diminati khalayak.
Kemudian faktualitas, ini bicara tentang
kebenaran. Jadi sebuah berita harus benar-benar berdasarkan peristiwa nyata.
Makin dekat sebuah berita dengan keseharian khalayak, biasanya akan makin
diminati. Misal, Pak Edi menuliskan berita tentang seorang guru biologi di Aceh
yang berhasil menemukan formulasi vaksin corona. Nah, Rekan-rekan guru lain
pastilah akan tertarik untuk membaca itu daripada membaca tentang fashion show
yang digelar di New York" jawab bu Siska.
Kesulitan utama dan yang terjadi saat mengedit tulisan adalah kesalahan teknis penulisan (kata tidak baku, tidak sesuai PUEBI, salah ketik, dan sebagainya). Kedua, kesalahan substansial biasanya berkisar antara kurangnya penjabaran pada "how to"-nya alias bagaimana cara menyelesaikan permasalahannya. Atau kurang menjabarkan metode yang digunakan.
" Editor handal ini sungguh hebat" gumamku dalam hati. Karya-karyanya patut diapresiasi dan selalu memperkaya literasi.
Diakhir pertemuan bu Siska menyampaikan
sebuah kutipan berharga dari bapak Penulis legendaris, ” Pramoedya Ananta Toer. ” Orang boleh pandai setinggi langit, namun selama
tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah, menulis adalah
bekerja untuk keabadian “. Pramoedya
Ananta Tour “
Terimakasih bu Siska yang telah berbagi dan memotivasi untuk selalu, selalu dan selalu menulis.
WhatsApp!
Lengkap pak resumenya👍
BalasHapusTerimakasih, bu
HapusMantap pak resumenya, kereen. 😊
BalasHapusDirapihin lagi pak di draft blognya, pasti akan semakin renyah dan nyaman dibaca.
Ya,bu.terimakasih atas sarannya.
HapusBukan. Pemula lagi pak.. Sudah lengkap.. Semangat terus
BalasHapusTerimakasih bu.
Hapuslengkap dan padat Pak resumenya
BalasHapusTerimakasih bu..
HapusSemangat terus menulis pak .... lengkap tulisannya, sukses ya
BalasHapusTerima kasih bu ita ..sukses
Hapus